Kisah Ashābul Kahfi dalam Surah Al-Kahf (QS. 18:25-26) mengungkapkan keajaiban i‘jāz ghaibī, yang menunjukkan mukjizat Allah melalui durasi tidur para pemuda beriman selama tiga ratus tahun ditambah sembilan tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ghaib dalam kisah tersebut sebagai bukti kekuasaan Allah yang melampaui batas akal manusia. Menggunakan pendekatan library research, data dikumpulkan dari Al-Qur’an dan berbagai tafsir klasik serta kontemporer, termasuk Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Al-Jalalayn. Pembahasan menguraikan latar belakang kisah, yang menyoroti keberanian iman para pemuda dalam menghadapi tirani pemimpin zalim dan pengasingan diri demi menjaga kemurnian aqidah. Selain itu, juga dianalisis aspek teologis dan pelajaran moral yang dapat diambil, seperti keteguhan iman, kekuasaan dan perlindungan Allah, serta konsekuensi dari penyembahan berhala. Kisah ini bukan hanya menjadi narasi sejarah, tetapi juga pelajaran penting bagi umat Muslim dalam mempertahankan keyakinan dan integritas di tengah tantangan zaman. Dengan demikian, kisah Ashābul Kahfi menjadi contoh nyata I’jaz ghaibi dan menegaskan bahwa pengetahuan akan hal-hal ghaib hanya berasal dari wahyu Ilahi.
Copyrights © 2026