Doktrin Trinitas merupakan pilar utama dalam teologi Kristen yang menyatakan bahwa Allah adalah satu hakikat dalam tiga pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah dasar biblika dari doktrin ini sebagaimana tercermin dalam teks-teks Perjanjian Baru serta menelusuri perkembangan dan artikulasinya dalam pemikiran para Bapa Gereja (Patristik). Dengan pendekatan kualitatif dan studi literatur historis-teologis, artikel ini mengkaji bagaimana Konsili Nicea (325 M) dan Konsili Konstantinopel (381 M) memformulasikan pengakuan iman Trinitaris sebagai respons terhadap ajaran sesat seperti Arianisme. Selanjutnya, tulisan ini menyoroti relevansi doktrin Trinitas dalam konteks gereja masa kini, termasuk implikasinya terhadap penyembahan, kehidupan jemaat, relasi interpersonal, dan misi gereja di tengah pluralitas dunia modern. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pemahaman yang benar terhadap Allah Tritunggal tidak hanya mempertahankan kemurnian iman Kristen, tetapi juga membentuk spiritualitas dan pelayanan gereja yang berpusat pada kasih, persekutuan, dan pengutusan.
Copyrights © 2026