Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana gempa bumi sehingga diperlukan upaya mitigasi sejak dini, terutama melalui edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak edukasi kebencanaan terhadap perubahan perilaku kesiapsiagaan gempa pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur pada database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan rentang tahun publikasi 2021–2026. Berdasarkan proses seleksi sesuai kriteria inklusi, diperoleh 15 artikel penelitian yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan memiliki dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi gempa bumi. Metode pembelajaran seperti simulasi evakuasi, penggunaan media digital, dan permainan edukatif terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman serta keterlibatan siswa dibandingkan metode konvensional. Selain itu, faktor pendukung seperti peran guru, lingkungan sekolah, keterlibatan keluarga, serta integrasi materi kebencanaan dalam kurikulum turut memengaruhi keberhasilan edukasi. Namun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan perilaku memerlukan proses berkelanjutan dan latihan rutin agar dapat terbentuk secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah edukasi kebencanaan yang dirancang secara sistematis, interaktif, dan berkelanjutan mampu meningkatkan kesiapsiagaan gempa pada siswa sekolah dasar secara signifikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program edukasi kebencanaan yang terintegrasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna meminimalkan risiko bencana sejak usia dini.
Copyrights © 2026