Perubahan kelembagaan, tuntutan akuntabilitas, dan pemakaian teknologi dalam pengawasan membuat kapasitas organisasi pengawasan intern perlu dibaca secara lebih dekat. Kajian ini bertujuan menjelaskan peran learning organization dan knowledge transfer dalam mendukung capaian kinerja Inspektorat Jenderal Kementerian X. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui studi dokumen terhadap Renstra Inspektorat Jenderal 2025-2029 dan Laporan Kinerja Inspektorat Jenderal 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kapasitas organisasi tampak melalui dukungan sumber daya manusia, pengawasan berbasis risiko, pemanfaatan dokumen bersama, monitoring daring, pendampingan teknis, serta pengelolaan tindak lanjut hasil pengawasan. Seluruh indikator 2025 tercapai, yaitu maturitas SPIP terintegrasi 3,351, penyelesaian tindak lanjut 73%, satker berpredikat ZI-WBK/WBBM 46,85%, Nilai Kinerja Anggaran kategori Sangat Baik, dan SAKIP berpredikat AA. Temuan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran organisasi dan alih pengetahuan berperan sebagai jembatan antara target formal dan kerja nyata pengawasan. Kebaruan kajian terletak pada pembacaan capaian pengawasan 2025 sebagai proses belajar organisasi, bukan sekadar laporan administratif yang selesai setelah angka dicatat. Implikasinya, Itjen perlu memperkuat repositori pengetahuan, forum belajar auditor, dan dokumentasi pengalaman agar capaian tersebut tidak bergantung pada individu tertentu di tingkat kelembagaan.
Copyrights © 2026