Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran bahasa Jawa ragam krama dalam penguatan kompetensi afektif remaja melalui seni pertunjukan tradisional kethoprak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan budaya. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan subjek sebanyak 10 remaja yang tergabung dalam komunitas seni kethoprak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni kethoprak masih berperan sebagai media pelestarian budaya lokal dan pengenalan nilai afektif, seperti sopan santun, penghormatan, dan tata krama sosial melalui penggunaan bahasa Jawa krama. Namun, penggunaan bahasa Jawa krama pada remaja cenderung bersifat situasional dan hanya digunakan saat latihan maupun pementasan. Dalam kehidupan sehari-hari, remaja lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa ngoko. Selain itu, minat remaja terhadap komunitas kethoprak juga mengalami penurunan akibat pengaruh budaya modern dan media digital. Dengan demikian, penguatan kompetensi afektif melalui bahasa Jawa krama memerlukan pembiasaan sosial yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026