The use of intrauterine devices (IUDs) as a long-acting contraceptive method remains relatively low in the community, despite their high effectiveness and safety. The low utilization of IUDs is presumed to be influenced by various individual and social factors. This study aimed to analyze factors associated with IUD use in Padang Maninjau Village, Aek Kuo District, North Labuhanbatu Regency in 2025. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. A total of 25 respondents were selected using a total sampling technique. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using the Fisher Exact test with a significance level of α = 0.05. The results showed that there were significant associations between age, education, occupation, knowledge, and husband’s support with IUD use (p value < 0.05). Maternal knowledge and husband’s support demonstrated stronger associations with IUD use compared to other variables. In conclusion, IUD use is associated with both individual and social factors. However, these findings should be interpreted with caution due to the small sample size and uneven data distribution. Therefore, improving health education and enhancing husband involvement in family planning programs are recommended to increase IUD utilization. AbstrakPenggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) sebagai metode kontrasepsi jangka panjang masih tergolong rendah di masyarakat, meskipun memiliki efektivitas tinggi dan aman digunakan. Rendahnya penggunaan AKDR diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik individu maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan AKDR di Desa Padang Maninjau, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 25 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan dukungan suami dengan penggunaan AKDR (p-value < 0,05). Pengetahuan ibu dan dukungan suami menunjukkan keterkaitan yang lebih kuat dengan penggunaan AKDR dibandingkan variabel lainnya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan AKDR berkaitan dengan faktor individu dan sosial. Namun, hasil penelitian ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati mengingat ukuran sampel yang relatif kecil dan distribusi data yang tidak merata. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan serta keterlibatan suami dalam program keluarga berencana untuk meningkatkan penggunaan AKDR.
Copyrights © 2026