Komunikasi interpersonal dalam relasi asmara tidak selalu berjalan dengan harmonis, tetapi sering kali berubah menjadi alat yang dapat memberikan tekanan tersembunyi di balik ungkapan cinta dan kesetiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran dari komunikasi interpersonal dalam relasi asmara mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya angkatan 2022, dengan memperhatikan pengalaman tekanan seksual dan pengalaman kesehatan mental dan munculnya disonansi kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi yang melibatkan empat orang informan, analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang berdasarkan pada Teori Disonansi Kognitif yang dikemukakan oleh Leon Festinger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal baik secara verbal maupun non verbal memiliki peran dalam relasi asmara antara mahasiswa yakni dapat berperan sebagai alat yang menentukan kemampuan merespons ajakan aktivitas seksual dari pasangannya. Pengalaman ini membawa seluruh informan merasakan disonansi kognitif yang tidak teratasi, yang terlihat dalam bentuk kecemasan, keterasingan sosial, penurunan prestasi akademis, dan kerusakan pada harga diri yang terus ada bahkan setelah hubungan berakhir. Penelitian ini dapat memberikan keuntungan bagi mahasiswa dan lembaga pendidikan dalam mengenali, mencegah, dan menangani komunikasi yang tidak sehat dalam hubungan percintaan.
Copyrights © 2026