Nadine Pradipta Salsabila
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM RELASI ASMARA MAHASISWA: STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN TEKANAN SEKSUAL DAN KESEHATAN MENTAL Nadine Pradipta Salsabila; Doan Widhiandono; Bagus Cahyo Shah Adhi Pradana
RELASI Vol 6 No 02 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i02.2785

Abstract

Komunikasi interpersonal dalam relasi asmara tidak selalu berjalan dengan harmonis, tetapi sering kali berubah menjadi alat yang dapat memberikan tekanan tersembunyi di balik ungkapan cinta dan kesetiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran dari komunikasi interpersonal dalam relasi asmara mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya angkatan 2022, dengan memperhatikan pengalaman tekanan seksual dan pengalaman kesehatan mental dan munculnya disonansi kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi yang melibatkan empat orang informan, analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang berdasarkan pada Teori Disonansi Kognitif yang dikemukakan oleh Leon Festinger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal baik secara verbal maupun non verbal memiliki peran dalam relasi asmara antara mahasiswa yakni dapat berperan sebagai alat yang menentukan kemampuan merespons ajakan aktivitas seksual dari pasangannya. Pengalaman ini membawa seluruh informan merasakan disonansi kognitif yang tidak teratasi, yang terlihat dalam bentuk kecemasan, keterasingan sosial, penurunan prestasi akademis, dan kerusakan pada harga diri yang terus ada bahkan setelah hubungan berakhir. Penelitian ini dapat memberikan keuntungan bagi mahasiswa dan lembaga pendidikan dalam mengenali, mencegah, dan menangani komunikasi yang tidak sehat dalam hubungan percintaan.
Atraksi Wisata Sebagai Penguat Identitas Destinasi: Integrasi Nilai Budaya, Edukasi, dan Alam di Candi Pari, Museum Surabaya, dan Lembah Pandawa Nadine Pradipta Salsabila; Adinda Diana Nadifa; Nia Oktavia Wahyu Dwi Sandy; Mohammad Insan Romadhan
SABER : Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : SABER : Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/saber.v3i3.3087

Abstract

This study discusses how tourist attractions play a role in shaping destination identity through the integration of cultural, educational, and natural values. The focus of the study is directed at three tourist locations in East Java, namely Pari Temple, Surabaya Museum, and Pandawa Valley. All three represent different models of attractions—from historical sites with spiritual nuances, educational museums in the middle of the city, to thematically designed family recreation parks. The method used is a qualitative descriptive approach with a comparative case study, through observation, documentation, and semi-structured interviews. The results of the study show that each location has its own way of constructing destination identity. Pari Temple emphasizes cultural continuity and sacred nuances. Surabaya Museum builds city identity through interactive historical education. Pandawa Valley offers a visual and emotional experience that is close to family tourists. All three show that destination identity is formed from a combination of design elements, cultural symbols, and visitor experiences. This study recommends strengthening local narratives and approaches that unite cultural, educational, and natural values ​​in sustainable tourism development.