Keselamatan penerbangan merupakan aspek kritis dalam industri aviasi, di mana Flight Data Monitoring and Analysis (FDMA) berperan penting dalam mendukung Safety Management System (SMS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi FDMA di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi untuk mendukung penguatan SMS serta dampaknya terhadap peningkatan keselamatan dan kualitas pelatihan penerbangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis data primer dari flight data logger Garmin G1000 yang diolah melalui platform CloudAhoy dan Flightradar24, serta data sekunder berupa dokumen regulasi dan kurikulum pelatihan, terhadap sebanyak 865 penerbangan latih dalam periode Februari 2024 hingga Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDMA efektif dalam mengidentifikasi anomali penerbangan, dengan nilai rata-rata CFI Score mencapai 89,5 dari 865 penerbangan yang dianalisis. Namun, ditemukan beberapa insiden kritis seperti engine power loss dan penyimpangan prosedur, terutama pada mutual flight. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FDMA terbukti meningkatkan efektivitas pelatihan berbasis data namun memerlukan peningkatan kapasitas SDM untuk analisis prediktif dan teknologi yang lebih canggih untuk optimalisasi sistem.
Copyrights © 2025