Air merupakan elemen penting dalam ibadah umat Islam, seperti wudhu, mandi wajib, dan kebersihan tempat ibadah. Namun, praktik yang boros air masih sering terjadi akibat kurangnya kesadaran ekologis. Kementerian Agama RI melalui program ekoteologi mendorong integrasi nilai-nilai Islam dengan kepedulian lingkungan. Artikel ini melaporkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Bintang, Kec. Batangkuis, Kab. Deli Serdang, dengan fokus pada pendampingan praktik ibadah ramah air. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan siswa, guru, dan Yayasan Insan Madani Merdeka sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman ekologis siswa, terbentuknya budaya hemat air dalam praktik wudhu, serta tersusunnya panduan praktik ibadah ramah air dan draft SOP sekolah. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan Islam dalam membangun kesadaran ekologis berbasis nilai keagamaan dan dapat direplikasi di sekolah lain.
Copyrights © 2026