Budaya “jam karet” masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, baik dalam aktivitas sosial maupun dunia kerja. Kebiasaan tersebut berbeda dengan budaya tepat waktu di Jepang yang sangat menjunjung tinggi disiplin, keteraturan, dan penghargaan terhadap waktu. Perbedaan budaya ini menjadi tantangan bagi pekerja Indonesia yang bekerja di Jepang karena mereka dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang cepat, terstruktur, dan profesional. Lingkungan kerja di Jepang menempatkan ketepatan waktu sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan terhadap pekerjaan serta orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan yang memiliki pengalaman bekerja di Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi terhadap budaya tepat waktu berlangsung secara bertahap melalui pembiasaan, lingkungan kerja, dan kesadaran individu terhadap pentingnya disiplin waktu. Selain itu, rasa bangga terhadap pekerjaan juga memengaruhi terbentuknya perilaku disiplin dan profesionalisme. Budaya kerja Jepang mampu membentuk kebiasaan menghargai waktu sehingga pekerja menjadi lebih teratur, bertanggung jawab, dan profesional. Oleh karena itu, perubahan dari budaya “jam karet” menuju budaya disiplin memerlukan kesadaran individu serta dukungan lingkungan kerja yang konsisten dalam menerapkan nilai-nilai profesionalisme.
Copyrights © 2026