Pengembangan agribisnis memerlukan sistem manajemen yang terintegrasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan pendapatan petani. Kabupaten Brebes merupakan salah satu pusat produksi pertanian utama, namun kinerja agribisnisnya masih terkendala oleh lemahnya integrasi antar subsistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana manajemen subsistem agribisnis memengaruhi daya saing agribisnis serta dampaknya terhadap kemampuan petani dalam mempertahankan pendapatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda serta data survei dari 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsistem produksi, pengolahan, dan kelembagaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing agribisnis, dengan subsistem kelembagaan sebagai faktor yang paling dominan. Sementara itu, subsistem penyediaan input dan pemasaran tidak menunjukkan pengaruh parsial yang signifikan.Selain itu, daya saing agribisnis terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pendapatan petani. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model yang digunakan memiliki daya jelas sedang, yang mencerminkan kompleksitas sistem agribisnis di tingkat wilayah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan efisiensi produksi, serta pengembangan pengolahan bernilai tambah guna mewujudkan pembangunan agribisnis yang berkelanjutan dan pendapatan petani yang stabil. Penelitian ini memberikan bukti empiris untuk mendukung pendekatan manajemen agribisnis berbasis sistem di tingkat regional.
Copyrights © 2026