Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar timbal (Pb) dan tembaga (Cu) pada buah jeruk manis (Citrus sinensis) yang diambil dari dua lokasi sentra produksi di Kabupaten Malang, yakni Desa Tegalweru dan Kecamatan Poncokusumo. Pengambilan sampel buah dilakukan secara acak dari tiga titik berbeda di masing-masing lokasi. Kandungan logam berat dianalisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA/AAS) di Laboratorium Balai Besar Industri Agro, Bogor. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa seluruh sampel dari kedua lokasi memiliki kadar Pb di bawah batas deteksi alat (<0,035 mg/kg). Sementara itu, kadar Cu yang terdeteksi berkisar antara 0,48 mg/kg (Tegalweru) hingga 1,93 mg/kg (Poncokusumo). Seluruh nilai tersebut masih jauh di bawah ambang batas maksimum yang ditetapkan oleh SNI 7387:2009, yaitu 0,5 mg/kg untuk Pb dan 5,0 mg/kg untuk Cu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa buah jeruk dari kedua sentra produksi tersebut aman dikonsumsi dari aspek cemaran logam berat Pb dan Cu. Meskipun demikian, diperlukan pemantauan lingkungan pertanian secara berkala untuk mencegah potensi akumulasi logam berat di masa depan, terutama di wilayah dengan aktivitas budidaya intensif seperti Poncokusumo
Copyrights © 2026