Pembelajaran Al-Qur'an merupakan fondasi utama pendidikan Islam yang bertujuan membentuk generasi muslim yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajarannya. Namun dalam kenyataannya, praktik pembelajaran di lembaga non-formal seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) masih didominasi aspek membaca (qira'ah), tajwid, dan hafalan, sementara pemahaman makna sering terabaikan sehingga peserta didik dapat membaca namun belum memahami pesan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran terjemah Al-Qur'an berbasis metode interaktif pada kelas literasi rumahan serta mengidentifikasi integrasi teori belajar yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus terhadap seorang pendidik (disebut W) sebagai pengajar kelas literasi rumahan di Driyorejo, Gresik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam via voice note dan dokumentasi tiga video pembelajaran yang diunggah di YouTube dan TikTok, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran terjemah Al-Qur'an dengan metode interaktif melalui tujuh tahapan pembelajaran, yaitu: (1) ice breaking, (2) metode drill ayat dan terjemah, (3) terjemah harfiah kata per kata, (4) tafsir kontekstual dengan media visual, (5) membaca kandungan isi, (6) permainan menyusun potongan ayat, dan (7) evaluasi tanya jawab dengan sistem reward sebagai penguatan positif, menunjukkan keberhasilan pembelajaran yang positif. Keberhasilan ini didukung oleh integrasi simultan tiga teori belajar: behavioristik, kognitif, dan humanistik. Simplannya, implementasi metode interaktif oleh W menghasilkan temuan tujuh tahapan sistematis yang dapat direplikasi di TPQ lain sebagai model pembelajaran terjemah Al-Qur'an yang integratif.
Copyrights © 2026