JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT
Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat

PERENCANAAN DAN DISTRIBUSI SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) KESEHATAN: TANTANGAN, FAKTOR PENENTU, DAN STRATEGI PEMERATAAN

Lilis Heri Mis Cicih (Universitas Muhammad Husni Thamrin)
Ditia Chrospandi (Universitas Muhammad Husni Thamrin)
Endah Sulistyowati (Universitas Muhammad Husni Thamrin)
Mila Suryani (Universitas Muhammad Husni Thamrin)
Priyo Nugroho (Universitas Muhammad Husni Thamrin)
Rinne Yulianti (Universitas Muhammad Husni Thamrin)
Saumadin Saumadin (Universitas Muhammad Husni Thamrin)
Sujarwo Tribuwono (Universitas Muhammad Husni Thamrin)
Willy Johan (Universitas Muhammad Husni Thamrin)



Article Info

Publish Date
08 Jun 2026

Abstract

Latar belakang: Sumber daya manusia kesehatan (SDMK) merupakan fondasi utama sistem kesehatan dan penentu keberhasilan pencapaian Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage [UHC]). Meskipun jumlah tenaga kesehatan meningkat, ketimpangan distribusi antarwilayah, antarjenis tenaga, dan antartingkat fasilitas masih menjadi tantangan serius, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Ketidakseimbangan ini berdampak pada akses, mutu layanan, dan keadilan kesehatan. Tujuan: mengkaji tantangan, faktor penentu, dan strategi pemerataan dalam perencanaan serta distribusi SDMK guna memperkuat sistem kesehatan. Metode: desain literature review dengan penelusuran sistematis melalui basis data PubMed dan Google Scholar terhadap publikasi 20 tahun terakhir berbahasa Indonesia dan Inggris. Kriteria inklusi mencakup penelitian kuantitatif, kualitatif, mixed-method, studi kebijakan, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan perencanaan dan distribusi SDMK. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik secara naratif untuk mengidentifikasi pola tantangan, faktor determinan, dan strategi pemerataan. Hasil: Ketimpangan distribusi SDMK dipengaruhi oleh faktor multidimensional, meliputi preferensi individu, keterbatasan tata kelola, sistem informasi yang belum terintegrasi, ketidaksesuaian produksi dan kebutuhan tenaga, serta lemahnya kebijakan retensi. Strategi efektif meliputi perencanaan berbasis kebutuhan seperti Workload Indicators of Staffing Need (WISN), reformasi pendidikan berbasis komunitas, regulasi penempatan, insentif finansial dan nonfinansial, serta pemanfaatan inovasi seperti task shifting dan telemedicine. Kesimpulan: Pemerataan SDMK memerlukan pendekatan komprehensif dan berbasis bukti yang terintegrasi lintas sektor. Implikasi bagi pengabdian kepada masyarakat mencakup penguatan advokasi kebijakan, pendampingan perencanaan SDMK berbasis beban kerja di daerah, serta edukasi dan kolaborasi komunitas untuk mendukung retensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JMKM

Publisher

Subject

Public Health

Description

Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang memuat tentang ilmu kesehatan masyarakat serta tulisan-tulisan hasil penelitian terkait administrasi kebijakan Kesehatan, epidemiologi, kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, biostatistik dan promosi ...