Lilis Heri Mis Cicih
Universitas Muhammad Husni Thamrin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN DAN DISTRIBUSI SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) KESEHATAN: TANTANGAN, FAKTOR PENENTU, DAN STRATEGI PEMERATAAN Lilis Heri Mis Cicih; Ditia Chrospandi; Endah Sulistyowati; Mila Suryani; Priyo Nugroho; Rinne Yulianti; Saumadin Saumadin; Sujarwo Tribuwono; Willy Johan
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v11i1.6211

Abstract

Latar belakang: Sumber daya manusia kesehatan (SDMK) merupakan fondasi utama sistem kesehatan dan penentu keberhasilan pencapaian Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage [UHC]). Meskipun jumlah tenaga kesehatan meningkat, ketimpangan distribusi antarwilayah, antarjenis tenaga, dan antartingkat fasilitas masih menjadi tantangan serius, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Ketidakseimbangan ini berdampak pada akses, mutu layanan, dan keadilan kesehatan. Tujuan: mengkaji tantangan, faktor penentu, dan strategi pemerataan dalam perencanaan serta distribusi SDMK guna memperkuat sistem kesehatan. Metode: desain literature review dengan penelusuran sistematis melalui basis data PubMed dan Google Scholar terhadap publikasi 20 tahun terakhir berbahasa Indonesia dan Inggris. Kriteria inklusi mencakup penelitian kuantitatif, kualitatif, mixed-method, studi kebijakan, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan perencanaan dan distribusi SDMK. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik secara naratif untuk mengidentifikasi pola tantangan, faktor determinan, dan strategi pemerataan. Hasil: Ketimpangan distribusi SDMK dipengaruhi oleh faktor multidimensional, meliputi preferensi individu, keterbatasan tata kelola, sistem informasi yang belum terintegrasi, ketidaksesuaian produksi dan kebutuhan tenaga, serta lemahnya kebijakan retensi. Strategi efektif meliputi perencanaan berbasis kebutuhan seperti Workload Indicators of Staffing Need (WISN), reformasi pendidikan berbasis komunitas, regulasi penempatan, insentif finansial dan nonfinansial, serta pemanfaatan inovasi seperti task shifting dan telemedicine. Kesimpulan: Pemerataan SDMK memerlukan pendekatan komprehensif dan berbasis bukti yang terintegrasi lintas sektor. Implikasi bagi pengabdian kepada masyarakat mencakup penguatan advokasi kebijakan, pendampingan perencanaan SDMK berbasis beban kerja di daerah, serta edukasi dan kolaborasi komunitas untuk mendukung retensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan.
Pengendalian Obat Menggunakan Metode ABC-Ven di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum dr. Abdul Radjak Purwakarta Lilis Heri Mis Cicih; Arif Rachman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3362

Abstract

Pengendalian persediaan obat di rumah sakit perlu dilakukan guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengendalian obat menggunakan metode ABC-VEN. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan mix method (kuantitatif dan kualitatif). Data sekunder berupa data kuantitatif untuk menghitung pengendalian obat berdasarkan metode ABC (Always, Better, Control) dan VEN (Vital, Essential, dan Non Essential). Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam kepada 14 informan di Instalasi Farmasi khusus Poli Penyakit Dalam untuk melihat pengelolaan obat, biaya, dan dampak. Hasil perhitungan dengan metoda ABC-VEN, dengan memperhitungkan dampak biaya, maka kelompok A dengan jumlah item sebanyak 66 (7%) dengan nilai investasi tertinggi (71%) merupakan prioritas pengadaan. Hasil wawancara mendalam bahwa golongan obat insulin termasuk kelompok A membutuhkan investasi yang paling tinggi. Dilihat dari hasil analisis kategori VEN, kelompok V dengan 409 item obat (40%) dengan investasi yang paling besar (55%), merupakan kelompok yang harus diprioritaskan. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara mendalam bahwa diagnosis tertinggi pada poli penyakit dalam termasuk kelompok V. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Metoda ABC-VEN dapat membantu dalam pelayanan obat terhadap pasen. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat efektivitas penggunaan metode ABC-VEN dibandingkan dengan metode lainnya, dalam peningkatan pelayanan kesehatan.