Sarkopenia merupakan sindrom geriatri terkait penuaan yang ditandai oleh penurunan massa, kekuatan, dan fungsi otot rangka. Beberapa jalur molekuler, termasuk FSTL1, mTOR, dan BDNF, berperan penting dalam regenerasi, metabolisme, inflamasi, dan fungsi neuromuskular otot. Studi ini bertujuan untuk secara sistematis mengkaji hubungan keempat biomolekul tersebut dalam proses patogenesis sarkopenia serta keterkaitannya dengan intervensi latihan fisik, terutama latihan ketahanan dan latihan fleksibilitas. Pencarian bahan literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan ScienceDirect dengan memilih penelitian eksperimental, klinis, dan tinjauan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa berkurangnya latihan fisik berhubungan dengan terganggunya miogenesis, sementara peningkatan FSTL1 akibat latihan berfungsi sebagai myokine yang melindungi melalui aktivasi jalur PI3K/Akt dan AMPK. Disregulasi mTOR berkontribusi pada resistensi anabolik pada orang lanjut usia, sementara penurunan BDNF memperburuk masalah neuromuskular dan metabolisme pada mitokondria. Latihan ketahanan terbukti paling ampuh dalam meningkatkan mTORC1, sintesis protein otot, serta merangsang pelepasan myokines, sedangkan latihan fleksibilitas membantu meningkatkan aliran darah, elastisitas jaringan, dan ketersediaan bio NO. Sebagai kesimpulan, interaksi FSTL1, mTOR, dan BDNF berperan penting dalam patogenesis sarkopenia. Latihan fisik terstruktur berpotensi menjadi terapi nonfarmakologis untuk memperlambat progresi kondisi ini.
Copyrights © 2026