Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN LATIHAN RESISTENSI TERHADAP FSTL1, MTOR, DAN BDNF DALAM PATOGENESIS SARKOPENIA PADA PROSES PENUAAN OTOT : RELATIONSHIP OF RESISTANCE TRAINING WITH FSTL1, MTOR, AND BDNF IN SARCOPENIA PATHOGENESIS DURING AGING PROCESS Juwita Ninda Suherman; Sri Utami; Maya Genisa; Karimullah
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1088

Abstract

Sarkopenia merupakan sindrom geriatri terkait penuaan yang ditandai oleh penurunan massa, kekuatan, dan fungsi otot rangka. Beberapa jalur molekuler, termasuk FSTL1, mTOR, dan BDNF, berperan penting dalam regenerasi, metabolisme, inflamasi, dan fungsi neuromuskular otot. Studi ini bertujuan untuk secara sistematis mengkaji hubungan keempat biomolekul tersebut dalam proses patogenesis sarkopenia serta keterkaitannya dengan intervensi latihan fisik, terutama latihan ketahanan dan latihan fleksibilitas. Pencarian bahan literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan ScienceDirect dengan memilih penelitian eksperimental, klinis, dan tinjauan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa berkurangnya latihan fisik berhubungan dengan terganggunya miogenesis, sementara peningkatan FSTL1 akibat latihan berfungsi sebagai myokine yang melindungi melalui aktivasi jalur PI3K/Akt dan AMPK. Disregulasi mTOR berkontribusi pada resistensi anabolik pada orang lanjut usia, sementara penurunan BDNF memperburuk masalah neuromuskular dan metabolisme pada mitokondria. Latihan ketahanan terbukti paling ampuh dalam meningkatkan mTORC1, sintesis protein otot, serta merangsang pelepasan myokines, sedangkan latihan fleksibilitas membantu meningkatkan aliran darah, elastisitas jaringan, dan ketersediaan bio NO. Sebagai kesimpulan, interaksi FSTL1, mTOR, dan BDNF berperan penting dalam patogenesis sarkopenia. Latihan fisik terstruktur berpotensi menjadi terapi nonfarmakologis untuk memperlambat progresi kondisi ini.