Jurnal Aquaculture Indonesia
Vol 5, No 2 (2026)

Identifikasi Komunitas Plankton Pada Tambak Ikan Bandeng pada Desa Wangen, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur

Yora Utami Putri Pertiwi (Universitas Islam Lamongan)
Bhiaztika Ristyanadi (Universitas Islam Lamongan)
Fahima Puput Nurjanah (Universitas Islam Lamongan)
Adellia Lusianti (Universitas Islam Lamongan)
Miffaifatul Laili (Universitas Islam Lamongan)



Article Info

Publish Date
09 Jun 2026

Abstract

Wilayah Kabupaten Lamongan dikenal memiliki kapasitas yang cukup besar dalam pengembangan sektor perikanan, mencakup aktivitas budidaya serta pemanfaatan perairan umum. Area budidaya tersebar pada berbagai tipe lahan, meliputi tambak seluas 1.745,40 ha, sawah tambak 23.454,73 ha, serta kolam dengan luas 341,66 ha.Tujuann Penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton dan zooplankton yang ada pada tambak ikan bandeng pada Desa Wangen, Ke. Glagah, Kab. Lamongan. Metode yang digunakan adalah kombinasi sampling lapangan dan analisis laboratorium. Teknik analisa data menghitung Indeks Keanekaragaman, Indek Kelimpahan, Indek Keseragaman, dan Indek Dominansi. Untuk software dalammengolah data, yang digunakan adalah perhitungan dengan Excel. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa komunitas fitoplankton pada periode pagi didominasi oleh Chlorella sp. dengan distribusi kelimpahan tertinggi tercatat pada stasiun 3 sebesar 777 individu/L. Nilai tersebut kemudian diikuti oleh stasiun 1 sebesar 629,85 individu/L, sementara stasiun 2 menunjukkan nilai terendah, yaitu 533,65 individu/L. Pada periode sore, terjadi pergeseran pola kelimpahan di mana stasiun 1 mencatat nilai tertinggi sebesar 2.624 individu/L, diikuti stasiun 3 sebesar 715 individu/L, sedangkan stasiun 2 tetap menunjukkan nilai paling rendah sebesar 21 individu/L. Selain Chlorella sp., keberadaan fitoplankton lain seperti Golenkinia sp. juga terdeteksi dalam hasil identifikasi.Sementara itu, komposisi zooplankton didominasi oleh Ostracoda sp. yang menunjukkan kelimpahan relatif lebih tinggi dibandingkan takson lainnya. Pada pengamatan pagi, nilai maksimum ditemukan di stasiun 1 sebesar 5,2 individu/L, sedangkan pada sore hari sebesar 3,9 individu/L. Menariknya, keberadaan organisme ini tidak terdeteksi pada stasiun 2 baik pada pengamatan pagi maupun sore. Secara umum, dinamika nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, serta dominansi plankton yang diamati berdasarkan variasi waktu mengindikasikan bahwa parameter biologis tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pendekatan dalam mengevaluasi kondisi kualitas perairan tambak. Kesimpulan pada penelitian ini adalah fitoplankton di dominasi jenis Chlorella sp. dan untuk jenis zooplankton di dominasi jenis Ostracoda sp.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

akuakultur

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology Veterinary

Description

JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia merupakan jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan penelitian empiris kajian ilmiah (review) dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini di bidang akuakultur (budidaya perairan). FOKUS JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia adalah produksi bidang akuakultur air tawar, ...