Era digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk pada proses pengajaran bahasa di Sekolah Dasar (SD). Guru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pembelajaran bahasa menjadi lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi guru Sekolah Dasar Negeri 3 Bagor Miri Sragen dalam pengajaran bahasa di era digital serta strategi yang digunakan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru sekolah dasar. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan teori konstruktivisme yang dikemukakan oleh Jean Piaget dan teori pembelajaran sosial dari Lev Vygotsky. Teori konstruktivisme digunakan untuk memahami bagaimana peserta didik membangun pengetahuan bahasa melalui pengalaman belajar berbasis teknologi, sedangkan teori pembelajaran sosial digunakan untuk melihat pentingnya interaksi, kolaborasi, dan peran guru dalam mendukung proses pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama guru SD dalam pengajaran bahasa di era digital meliputi keterbatasan kemampuan teknologi, rendahnya konsentrasi siswa akibat penggunaan gawai, serta kurangnya fasilitas pendukung pembelajaran digital. Adapun strategi yang diterapkan guru meliputi penggunaan media pembelajaran interaktif, pemanfaatan aplikasi digital edukatif, serta penerapan metode pembelajaran kolaboratif yang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan adaptasi guru dan pemanfaatan teknologi yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pengajaran bahasa di sekolah dasar pada era digital.
Copyrights © 2026