Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi di Kota Banjarmasin meningkatkan tekanan terhadap lahan permukiman yang terbatas serta ekosistem lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daya dukung permukiman dan mengidentifikasi kapasitas pengembangan ruang berbasis kemampuan lahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan spasial. Populasi penelitian adalah seluruh unit spasial di Kota Banjarmasin, dengan sampel berupa seluruh zona kemampuan lahan yang divalidasi melalui 25 titik ground check. Instrumen penelitian menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) ArcGIS 10.8, sedangkan analisis data dilakukan melalui overlay dan skoring sembilan Satuan Kemampuan Lahan berdasarkan Permen PU No. 20 Tahun 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kota Banjarmasin berada pada kategori kemampuan pengembangan cukup dengan nilai daya dukung permukiman sebesar 2,06. Kecamatan Banjarmasin Selatan memiliki potensi pengembangan tertinggi, sedangkan Banjarmasin Tengah menunjukkan tekanan lahan paling tinggi. Kesimpulannya, Kota Banjarmasin masih memiliki kapasitas ruang untuk pengembangan permukiman, namun pengelolaan tata ruang dan infrastruktur lingkungan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan wilayah lahan basah.
Copyrights © 2026