Kualitas produk pada industri manufaktur perpipaan menjadi faktor penting, khususnya pada produk pipa uPVC (unplasticized Polyvinyl Chloride). Salah satu pengujian untuk menjamin kualitas pipa adalah uji hidrostatik, yaitu pengujian ketahanan pipa terhadap tekanan fluida dalam waktu tertentu. Pada proses produksi di PT. KLM masih ditemukan kegagalan uji hidrostatik pada pipa uPVC ukuran 63 mm yang ditandai dengan pelembungan dan ketidakmampuan menahan tekanan sesuai standar perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab gagal tes hidrostatik menggunakan metode Fishbone Diagram serta memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kualitas produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis Fishbone Diagram dengan pendekatan 4M+1E. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab kegagalan berasal dari faktor machine, method, dan man, dengan faktor machine sebagai penyebab paling dominan. Setelah dilakukan perbaikan pada parameter mesin, proses produksi, dan alat uji hidrostatik, pipa mampu menahan tekanan selama 1 jam tanpa mengalami pelembungan, kebocoran, retak, maupun pecah sehingga dinyatakan memenuhi standar kualitas perusahaan.
Copyrights © 2026