Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kedai kopi tradisional sebagai ruang publik informal dalam komunikasi dakwah kultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses reduksi, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedai kopi tradisional berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang memungkinkan berlangsungnya komunikasi dakwah secara informal, dialogis, dan partisipatif. Nilai-nilai Islam yang terintegrasi dalam percakapan sehari-hari meliputi akhlak sosial, tanggung jawab keluarga, kejujuran, toleransi, dan solidaritas komunitas. Efektivitas komunikasi dakwah ditunjukkan oleh tingginya partisipasi dialog, keterlibatan lintas generasi dalam diskusi keagamaan, serta penerimaan pesan dakwah tanpa resistensi sosial yang signifikan. Respons masyarakat bersifat reflektif dan konstruktif, ditandai dengan munculnya kesadaran moral kolektif dan penguatan kohesi sosial dalam kehidupan komunitas. Temuan ini menegaskan bahwa kedai kopi tradisional memiliki fungsi strategis sebagai ruang publik berbasis budaya lokal dalam membangun komunikasi dakwah yang kontekstual dan berkelanjutan. Kata kunci: Kedai kopi tradisional, Komunikasi Dakwah, Dakwah Kultural Abstract This study aims to analyze the role of traditional coffee shops as informal public spheres in cultural-based da'wah communication. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed through processes of reduction, categorization, and interpretative conclusion drawing. The findings reveal that traditional coffee shops function not only as spaces for social interaction but also as informal, dialogical, and participatory arenas for da'wah communication. Islamic values integrated into everyday conversations include social ethics, family responsibility, honesty, tolerance, and community solidarity. The effectiveness of da'wah communication is reflected in active dialogical participation, cross-generational engagement in religious discussions, and the acceptance of religious messages without significant social resistance. Community responses are reflective and constructive, indicated by the emergence of collective moral awareness and strengthened social cohesion within the community. These findings affirm that traditional coffee shops hold strategic significance as culturally grounded public spaces in fostering contextual and sustainable da'wah communication. Keywords: Kedai kopi tradisional, Da‘wah Communication, Cultural Da‘wah
Copyrights © 2026