Internalisasi nilai-nilai Islam pada anak usia dini terkendala oleh perencanaan sistem PAI yang parsial dan terfragmentasi.Terdapat kesenjangan antara tujuan normatif pembelajaran PAI dengan implementasinya di lapangan. Kurikulum menargetkan pembentukan karakter Islami yang holistik, namun praktiknya masih didominasi pendekatan tekstual-kognitif yang mengabaikan dimensi afektif dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi model perencanaan PAI berbasis outcome yang mengintegrasikan pendekatan holistik dalam internalisasi nilai-nilai Islam pada peserta didik usia dini di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap guru PAI. Hasil penelitian menemukan tiga komponen utama model perencanaan PAI berbasis outcome: (1) penetapan outcome terukur dan berjenjang sesuai perkembangan kognitif-spiritual anak; (2) desain pembelajaran yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; serta (3) sistem evaluasi autentik untuk mengukur internalisasi nilai secara komprehensif. Penelitian ini berkontribusi praktis bagi pengembangan kurikulum PAI yang responsif terhadap kebutuhan anak usia dini, sekaligus menawarkan kerangka teoretis baru dalam perencanaan sistem pembelajaran PAI holistik berbasis outcome di Indonesia.
Copyrights © 2026