Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VI SD Negeri 2 Kedungwuluh pada materi teks eksplanasi, di mana hanya 37,5% siswa yang mencapai KKM 70. Penelitian bertujuan meningkatkan prestasi belajar tersebut melalui metode problem solving. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VI SD Negeri 2 Kedungwuluh, Purwokerto Barat, yang dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan secara integratif melalui tes dan non-tes, lalu dianalisis menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif pada ranah kognitif, afektif, serta psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan lonjakan performa yang signifikan. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 62,50 (Pra-Siklus) menjadi 69,58 (Siklus I), dan mencapai 80,41 (Siklus II). Persentase ketuntasan klasikal juga melonjak drastis dari 37,5% (9 siswa) pada pra-siklus, menjadi 62,5% (15 siswa) pada Siklus I, hingga mencapai 87,5% (21 siswa) pada Siklus II. Peningkatan ini paralel dengan perkembangan afektif (antusiasme) dan psikomotorik (keterampilan menyusun teks). Disimpulkan bahwa metode problem solving secara signifikan meningkatkan prestasi belajar siswa secara holistik. Direkomendasikan bagi guru untuk menerapkan metode ini secara berkala guna melatih kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2026