Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM kuliner di Kota Mataram, meliputi penggunaan QRIS, media sosial, dan penjualan online, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong dan menghambat proses digitalisasi. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji perbedaan kemampuan adaptasi teknologi antara pelaku usaha berdasarkan usia dan tingkat literasi digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS merupakan instrumen digital yang paling banyak diadopsi (12 dari 15 informan), didorong oleh permintaan konsumen dan kemudahan transaksi. Sebanyak 10 informan telah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasa pemahaman algoritma dan kurangnya konsistensi konten. Sementara itu, pemanfaatan platform penjualan online seperti marketplace dan layanan pesan-antar masih sangat terbatas. Faktor pendorong digitalisasi meliputi perubahan perilaku konsumen, kesadaran pelaku usaha muda terhadap peluang digital, serta dukungan lembaga perbankan. Adapun faktor penghambatnya adalah rendahnya literasi digital khususnya pada pelaku usaha berusia lebih tua, kendala jaringaninternet, dan minimnya pelatihan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi UMKM di Kota Mataram masih berada pada tahap awal dan membutuhkan program pendampingan yang tersegmentasi, penguatan infrastruktur digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata.
Copyrights © 2026