Percepatan transformasi digital dalam industri ritel, khususnya pascapandemi COVID-19, telah menghasilkan perubahan signifikan dalam perilaku konsumen. Layanan nirsentuh berbasis aplikasi digital menjadi standar baru bagi pengalaman belanja modern, terutama pada sektor kecantikan yang mengandalkan interaksi langsung dalam proses pemilihan produk. Generasi Z sebagai kelompok digital-native menunjukkan kecenderungan yang kuat terhadap adopsi layanan berbasis teknologi yang memberikan otonomi, efisiensi, dan pengalaman personal tanpa keterlibatan langsung tenaga penjual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Interests in New Technology, Convenience Seeking, dan Security Seeking terhadap Preference for Contactless Service Over Salespersons pada pengguna aplikasi Sephora di gerai Sephora Senayan City. Selain itu, penelitian ini menguji peran mediasi Technology Self-Efficacy serta moderasi Consumer Conformity. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 304 responden Gen Z dan dianalisis menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memberikan pengaruh positif signifikan terhadap preferensi layanan nirsentuh. Technology Self-Efficacy terbukti memediasi seluruh hubungan tersebut, sedangkan Consumer Conformity memperkuat pengaruh TSE terhadap preferensi digital. Temuan ini menegaskan bahwa minat terhadap teknologi, pencarian kenyamanan, kebutuhan keamanan, kepercayaan diri teknologi, serta kecenderungan konformitas sosial merupakan determinan utama dalam pembentukan preferensi layanan digital pada Gen Z.
Copyrights © 2026