Agrikultura
Vol 37, No 1 (2026): April, 2026

Potensi Konsorsium Rizobakteri untuk Pengendalian Penyakit Bercak Daun Bersudut (Pseudomonas syringae pv. lachrymans) serta Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.)

Sufia, Yolanda (Unknown)
Rahma, Haliatur (Unknown)
Resti, Zurai (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 Jun 2026

Abstract

Pseudomonas syringae pv. lachrymans (Psl) merupakan bakteri patogen penyebab penyakit bercak daun bersudut pada mentimun (Cucumis sativus L.) yang dapat menurunkan produksi secara signifikan. Salah satu alternatif pengendalian ramah lingkungan adalah melalui penggunaan konsorsium rizobakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsorsium rizobakteri terbaik dalam menekan perkembangan penyakit bercak daun bersudut serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan, terdiri atas enam perlakuan konsorsium rizobakteri dan  kontrol. Kontrol digunakan sebagai pembanding baik untuk parameter penyakit (tanpa konsorsium, diinokulasi patogen) maupun pertumbuhan tanaman (tanpa konsorsium dan tanpa inokulasi patogen), masing-masing dengan tiga ulangan dan tiga unit percobaan. Perlakuan terdiri atas konsorsium (RKKL 1.2 + RKKL 1.3), (RKKL 1.2 + RKPAL 1.2), (RKKL 1.2 + RPKKL 1.1), (RKKL 1.3 + RPKKL 1.1), (RKPAL 1.2 + RPKKL 1.1), serta (RKKL 1.2 + RKPAL 1.2 + RPKKL 1.1). Benih mentimun direndam dalam suspensi konsorsium rizobakteri berkepadatan 10⁸ sel/ml selama 15 menit sebelum tanam. Inokulasi patogen Psl dilakukan pada tanaman berumur 15 hari setelah tanam dengan kepadatan 10⁸ sel/ml. Parameter yang diamati meliputi perkembangan penyakit (masa inkubasi, kejadian, dan keparahan penyakit), pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu muncul bunga pertama), serta hasil tanaman (bobot buah). Hasil penelitian menunjukkan seluruh konsorsium rizobakteri mampu menekan perkembangan penyakit dan meningkatkan pertumbuhan serta hasil mentimun. Konsorsium RKKL 1.2 + RKPAL 1.2 + RPKKL 1.1 merupakan perlakuan terbaik dengan keparahan penyakit 3,15% dengan tingkat hambat relatif penyakit 71,95%, tinggi tanaman 157,22 cm (peningkatan 15,69%), dan bobot buah 411,55 g (peningkatan 164,95%).

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

agrikultura

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi ...