Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ISOLASI DAN SELEKSI RIZOBAKTERI YANG BERPOTENSI SEBAGAI AGEN PENGENDALI PANTOEA STEWARTII subsp. STEWARTII PENYEBAB LAYU STEWART PADA TANAMAN JAGUNG Rahma, Haliatur; Zainal, Aprizal; ., Suryati
JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Vol 16, No 2 (2016): SEPTEMBER, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.975 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.216124-130

Abstract

Isolation and selection of rhizobacteria potentially as biocontrol agents against Pantoea stewartii subsp. stewartii causing stewart’s wilt disease in maize. Group of bacteria that colonize plant roots were known as Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), in addition to capable of suppressing the development of pathogens also has the ability to improve plant health. This study aims to isolate rhizobacteria from rhizosphere of maize in West Sumatera. Rhizobacteria were characterized and tested for its ability to suppress the bacteria Pantoea stewartii subsp. stewartii causes stewart wilt’s disease on maize. In this research 15 isolates of rizobacteria potential as biological agent were found, i.e. 6 isolates of the fluorescens bacteria group, 5 isolates of non fluorescens bacteria group and 4 isolates of heat-resistant bacteria group.
POTENSI BAKTERI ENDOFIT DALAM MENEKAN PENYAKIT LAYU STEWART (PANTOEA STEWARTII SUBSP. STEWARTII) PADA TANAMAN JAGUNG Rahma, Haliatur; Zainal, Aprizal; Suharman, Memen; Sinaga, Meity S; ., Giyanto
JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Vol. 14 No. 2 (2014): September, Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.3 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.214121-127

Abstract

Potential of endophytic bacteria to control stewart wilt disease (Pantoea stewartii subsp. stewartii) in maize. The purpose of this study was to explore endophytic bacteria from seedling, maize roots and grass roots as well as to test the ability of endophytic bacteria which could potentially suppress stewart wilt disease development in maize. Characterization of endophytic bacteria as biocontrol agents including: do not induce HR on tobacco, synthesize IAA, dissolve phosphate, produce siderophores, and antibiotic to Pantoea stewartii subsp. stewartii (Pnss). The results of research shoed 17 isolates of endophytic bacteria potentially as candidate biocontrol agents. Nine isolates were able to produce IAA, siderofores and phosphatase; two isolates produce IAA and phosphatase; six isolates produce IAA. Six isolates ie: AR1, AJ34, AJ15, AJ19, and AJ14 AN6, can increase maize plant resistance and suppress stewart wilt disease severity with a range of 48.95-55.60%.
Potensi Rizobakteri dalam Mengendalikan Hama Crocidolomia pavonana F. (Lepidoptera: Crambidae) Pada Tanaman Kubis. Indri Yanil Vajri; Trizelia Trizelia; Haliatur Rahma Haliatur Rahma
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i2.6911

Abstract

Crocidolomia pavonana merupakan salah satu hama penting yang membatasi produksi tanaman kubis. Alternatif pengendalian dengan penggunaan mikrorganisme yang berpotensi menekan perkembangan hama ini diantaranya dengan memanfaatkan rizobakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan isolat rizobakteri yang virulen terhadap larva C. pavonana. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengendalian Hayati, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari beberapa isolat rizobakteri diantaranya 3 isolat Bacillus thuringiensis (KJKB2, KJKB3 dan BAKB), Bacillus subtilis (KJTSB), 3 isolat Serratia marcescens (AR1, AR2 dan RK10), Stenotrophomonas maltophilia (LMTSA) serta kontrol negatif (Aquadest steril) dan kontrol positif (insektisida Sipermetrin). Uji Virulensi dilakukan dengan metode perendaman pakan dalam suspensi yang mengandung rizobakteri dengan kerapatan populasi 10? sel/ml. Variabel yang diamati adalah mortalitas larva, persentase pembentukan pupa dan imago serta preferensi oviposisi. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat rizobakteri dapat mematikan larva C. pavonana dan mampu menghambat perkembangan biologi serangga tersebut. Bacillus thuringiensis KJKB3 menunjukkan hasil yang lebih baik dengan nilai mortalitas paling tinggi (64%) dan nilai LT?? yang paling pendek (6.31 hari). Semua perlakuan tidak berpengaruh terhadap preferensi oviposisi, namun perlakuan isolat S. marcescens mampu menurunkan jumlah telur yang diletakkan pada tanaman perlakuan.
Tingkat Keterjadian Penyakit Layu Stewart pada Benih dan Respon beberapa Varietas Jagung terhadap Infeksi Pantoea stewartii subsp. stewartii Haliatur Rahma; Meity S Sinaga; Memen Surahman; Giyanto .
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 13 No. 1 (2013): MARET, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.226 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.1131-9

Abstract

Disease incidence of Stewart’s wilt on the seed and response of several maize varieties to Pantoea stewartii subp. stewartii. Stewart’s wilt disease of maize is caused by Pantoea stewartii subsp. stewartii. This bacterium is seed-borne pathogens, when attacked maize caused yield lost 40-100%. The objective of this research was to detemine the incidence level of stewart’s wilt disease, growth of some varieties of maize and their response to stewart’s wilt pathogens Pantoea stewartii subsp. stewartii. The research was conducted in the Laboratory of Bacteriology and Greenhouse Cikabayan IPB from November 2011 to March 2012. In experiment I, nineteen samples of maize were used for symptom test in the maize seedling stage, using Randomized Block Design with three replications. Experiment II used a Randomized Block Design with 2 factors: maize varieties (8 hybrids varieties, 3 open pollinated varieties, and 7 sweet corn varieties) and bacteria isolates (BGR 2, BGR 4, BGR 28, BGR7 and PSM 27), with three replications. The results showed in experiment I, the incidence of stewart’s wilt disease ranged 2.00 – 15.33%, germination and vigor index of maize seed were 68.00 – 95.33% and 55.33 – 90.67% respectively. While in experiment II, hybrid and open pollinated of maize varieties were resistant to moderately susceptible while all sweet corn varieties were susceptible to infection of Pantoea stewartii subsp. stewartii.
DISEMINASI TEKNOLOGI PUPUK KANDANG SAPI PLUS RIZOBAKTERI PADA KELOMPOK TANI KAKAO DI KABUPATEN LIMAPULUH KOTA Haliatur Rahma; Jumsu Trisno; Martinius Martinius; Reflin Reflin; Sri Wahyuni; Nusyirwan Nusyirwan
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4.a (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.158 KB)

Abstract

Kegiatan diseminasi teknologi pupuk kandang sapi plus rizobakteri pada tanaman kakao dilakukan di Kecamatan Guguak dan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota yang dimulai dari bulan Maret sampai dengan November 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi formulasi pupuk kandang plus rizobakteri pada kelompok tani kakao. Inovasi, buah lobek, maju sejahtera dan aroma menggunakan metode penyuluhan. Pentingny kegiatan ini dilakukan disebabkan oleh tingginya kejadian dan keparahan penyakit VSD di Kecamatan Guguak dan Akabiluru Kabuparten Limapuluh Kota yang mencapai 86,60%. Untuk itu, diperlukan teknologi pengendalian yang mudah dibuat, murah dan bahan baku yang mudah diperoleh disekitar petani. Penggunaan air kelapa merupakan salah satu perbanyakan bakteri Serratia maresescens dan Pseudomonas fluorescens yang nanti akan diformulasi dengan pupuk kandang. Kegiatan ini meliputi: pemantauan tingkat serangan OPT dilahan kelompok tani kakao, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi hasil kegiatan. Dari hasil kegiatan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan petani terhadap penggunaan biofertilizer yang berasal dari bakteri yang diformulasikan dengan air kelapa dan pupuk kandang, sehingga penggunaan formulasi ini mampu mengurangi biaya penggunaan pupuk kimia yang memiliki harga yang mahal.
APLIKASI INSEKTISIDA BERBAHAN AKTIF BUPROFEZIN TERHADAP WERENG BATANG COKLAT (WBC) DI KELTAN RAMBUTAN DAN KELTAN SAKATO KOTA PADANG Nurfitri Sari; My Syahrawati; Arneti Arneti; Zurai Resti; Martinius Martinius; Haliatur Rahma; Eri Sulyanti; Elfitri Syahdia
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.706 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.326

Abstract

Wereng batang coklat atau WBC (Nilaparvata lugens Stal.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi yang dapat menyebabkan kerusakan dalam waktu relatif singkat. Serangan hama ini mulai mengemuka di Sumatera Barat sejak tahun 2009-2017. Insektisida berbahan aktif buprofezin adalah salah satu insektisida yang banyak digunakan untuk mengendalikan populasi WBC. Pelatihan cara menakar dan aplikasi buprofezin ini telah dilaksanakan di Keltan Rambutan Kelurahan Bungus Barat dan Keltan Sakato Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang. Tujuannya adalah untuk memperlihatkan kepada petani kemampuan insektisida berbahan aktif buprofezin selama 1 jam terhadap 10 ekor WBC yang disediakan. Perlakuannya berupa aplikasi buprofezin pada dosis tertentu (½ dosis anjuran, dosis anjuran, 1½ dosis anjuran), masing-masing dalam 5 ulangan. WBC yang digunakan merupakan populasi lapangan dari lahan persawahan Kecamatan Pauh. Hasil pengujian di Keltan Rambutan menunjukkan bahwa insektisida sesuai dosis anjuran mematikan 20% WBC, dan di Keltan Sakato mematikan 24% WBC, dosis anjuran mematikan 26% WBC dalam satu jam. Dosis anjuran Buprofezin memang tidak ditujukan untuk mematikan 100 % wereng uji, namun lebih kepada dampaknya terhadap penghambatan ganti kulit 2-3 hari kemudian.
PEMANFAATAN AGEN HAYATI UNTUK PENGELOLAAN OPT CABAI PADA KELOMPOK TANI SIMABUR SUKSES MAKMUR DI KECAMATAN PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR Trizelia Trizelia; Nurbailis Nurbailis; Yulmira Yanti; Winarto Winarto; Haliatur Rahma; Martinius Martinius; Yenny Liswarni; Rusdi Rusli; Yunisman Yunisman; Darnetty Darnetty; Eri Sulyanti
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.813 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.331

Abstract

Cabai merah merupakan sumber pendapatan utama bagi petani di daerah Tanah Datar. Masalah utama yang selalu dihadapi oleh petani cabai di daerah ini adalah serangan hama dan penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Hingga saat ini, pengendalian hama dan penyakit sayuran masih mengandalkan pestisida sintetik yang telah menimbulkan dampak negatif. Untuk itu, perlu dicari alternatif pengendalian yang dapat mengurangi dampak negatif pestisida tersebut, yaitu menggunakan agens hayati seperti cendawan Beauveria bassiana dan Trichoderma sp.Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan pengendalian hama dan penyakit menggunakan agens hayati Beauveria bassiana dan Trichoderma sp. Metode kegiatan pengabdian adalah penyuluhan, pelatihan dan praktek lapangan. Minat petani untuk menggunakan agens hayati terutama Beauveria bassiana dan Trichoderma cukup tinggi dan telah memotivasi mereka untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis. Petani juga telah berhasil memperbanyak agens hayati dan membuat kompos limbah pertanian menggunakan Trichoderma.
PENGGUNAAN TRICHODERMA SPP UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI DI NAGARI TAEH BARUAH KECAMATAN PAYAKUMBUH KABUPATEN LIMAPULUH KOTA Yulmira Yanti; Nurbailis Nurbailis; Hasmiandy Hamid; Trizelia Trizelia; Haliatur Rahma; My Syahrawati; Noveriza Hermeria
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v4i1.491

Abstract

Jorong Parit Dalam Nagari Taeh Baruah, Payakumbuh District, Limapuluh Kota Regency is one of the villages that has various problems such as drought, high number of idle lands and remote access. The main crop planted during the rainy season is lowland rice, but most of the land becomes idle land during the dry season. In terms of fertilization, farmers in this location still use artificial fertilizers (chemical fertilizers) and in terms of pest and disease control they still use chemical pesticides. The solutions that can be offered are planting chili plants which are more resistant to drought, processing agricultural waste into compost as an alternative to reduce dependence on the use of chemical fertilizers, use of Trichoderma and vegetable pesticides as agents for controlling pests and diseases, and processing chili production to increase value. selling, competitiveness and community income. The purpose of this farmer group empowerment activity is to increase public knowledge about the use of Trichoderma which can increase the growth of chili plants, and can also be used as a biological agent to control pests and diseases that often attack chili plants when cultivated. The method used in this activity is socialization and counseling, structured training and direct practice in the field of Trichoderma's influence on the growth and production of chili plants. The results obtained from this activity are that the community can recognize that there are alternative controls that are more environmentally friendly than the use of synthetic pesticides. The public can also gain new understanding regarding the increased growth and yield of chili plants by utilizing the Trichoderma biological agent. So that in the end it can reduce dependence on synthetic pesticides obtained from outside. Therefore, the environment and the balance of the ecosystem in the Nagari Taeh Baruh area are maintained. The conclusion of this activity is that plant growth applied using Trichoderma spp is higher than plants that are not treated with Trichoderma spp (control). The use of Trichoderma spp is highly recommended because besides being easy to obtain, it also provides positive values for plant growth and is good for environmental technology around cultivated plants.
Melatih Anggota Keltan Rambutan dan Keltan Sakato Kota Padang untuk Mengendalikan Wereng Batang Coklat (WBC) dengan Joint Predator Sandra Desiska; My Syahrawati; Arneti Arneti; Zurai Resti; Martinius Martinius; Haliatur Rahma; Eri Sulyanti; Tre Julia Nasral; Ryan Hidayat
Warta Pengabdian Andalas Vol 26 No 4.a (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.26.4.a.222-228.2019

Abstract

The attacks of brown planthopper or BPH (Nilaparvata lugens) in West Sumatra have been recorded since 2012 and continued to increase throughout 2015-2017. Wolf spider (Pardosa pseudoannulata) and lady beetle (Verania lineata) are two predators that can be used as natural enemies. Some research reports that the wolf spider can consume the BPH as much as 5-15 individuals while lady beetles consume as much as 1-11 individuals per day. Training on the use of two predators was carried out in farmer group of Rambutan, Kelurahan Bungus Barat and farmer group of Sakato Kelurahan Lambung Bukit, Padang City. The training aimed to show to farmers the predation rate of both predators against ten individuals of BPH provided. The treatment consisted of the predation rate of both predators (1 individual of wolf spider, 1 individual of lady beetle, 1: 3 composition of the joint predator) in 3 replications. All wolf spiders, lady beetles and BPH used were collected from rice field in Pauh District, Padang City. Within one hour, joint predators in Rambutan were able to consume 53% of the BPH provided, while joint predators in Sakato were able to consume 43%. Some efforts from farmers are needed to protect and conserve the presence of two predators so that they can act as natural enemies in the field.
Karakterisasi Cendawan Entomopatogen Sebagai Penginduksi Ketahanan Tanaman Indri Yanil Vajri; Trizelia Trizelia; Haliatur Rahma; Yusniwati Yusniwati
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 3 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i3.6330

Abstract

Perhatian terhadap potensi cendawan sebagai penginduksi ketahanan tanaman telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Cendawan entomopatogen berperan sebagai pengontrol populasi serangga hama dengan menghasilkan metabolit sekunder berupa enzim dan toksin, serta mampu hidup secara endofit didalam jaringan tanaman dan mempengaruhi morfologis dan fisiologis tanaman. Keberadaan cendawan entomopatogen secara endofit mampu menginduksi ketahanan tanaman dengan merangsang terjadinya peningkatan fitohormon tanaman. Artikel ini bertujuan untuk mengulas peranan cendawan sebagai entomopatogen, karakterisasi cendawan sebagai entomopatogen serta peranan cendawan entomopatogen sebagai penginduksi ketahanan tanaman. Dari hasil review diketahui bahwa peranan cendawan entomopatogen sebagai penginduksi ketahanan tanaman merupakan alternative pengendalian yang sangat menjanjikan dalam perkembangan management perlindungan tanaman terhadap serangga hama