Abstrak Pendidikan abad ke-21 menuntut pengintegrasian keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi, tetapi pencapaian siswa Indonesia masih rendah secara empiris. Penelitian ini menggambarkan dan menganalisis secara kritis penerapan model Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kritis dan kerjasama siswa dalam pembelajaran tematik di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Mengadopsi desain penelitian dengan pendekatan studi kasus, penelitian melibatkan guru dan 25 siswa kelas V yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpul melalui observasi (fokus pada indikator kerjasama), wawancara mendalam (berbasis indikator berpikir kritis), serta analisis dokumen artefak proyek siswa. Analisis data mengikuti model interaktif: kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa sintaks PjBL efektif merangsang enam kemampuan berpikir kritis utama, terutama interpretasi, evaluasi sumber informasi, dan inferensi logis. Selain itu, PjBL merevolusi dinamika sosial kelas dengan membangun lima elemen kerjasama esensial: interdependensi positif, interaksi tatap muka, akuntabilitas individu, keterampilan sosial, dan pemrosesan kelompok. Integrasi nilai-nilai spiritual sesuai KMA 183/2019 dalam sintaks PjBL menambah dimensi aksiologis yang memperkaya konteks proyek. Secara keseluruhan, PjBL dalam kerangka tematik Islami menjadi katalisator holistik yang menjembatani kesenjangan kognitif analitis dan keseimbangan sosiokultural pada pendidikan dasar.
Copyrights © 2026