Latar belakang: Indonesia wilayah yang sangat menarik karena terletak di antara tiga lempeng tektonik: lempeng Indo-Australia, lempeng eurasia, dan lempeng pasifik. Indonesia menjadi salah satu tempat yang paling sering terjadi bencana, terutama gempa bumi dan tsunami. Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang paling rentan berisiko terkena dampak bencan, data menunjukkan bahwa banyak korban bencana adalah anak-anak usia sekolah, korban anak usia sekolah ini terjadi baik di dalam maupun di luar kelas, ini menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan awal tentang bencana. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana gempa bumi menggunakan metode diskusi kelompok terhadap pengetahuan pada siswa smp muhammadiyah I bambanglipuro. Metode: Penelitian menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan one-group pre-test post-test. Jumlah responden 60 dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen kuesioner kesiapsiagaan bencana gempa bumi .Analisis data menggunakan uji wilcoxon Match Pairs Test. Hasil: Dalam penelitian ini mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 32 responden (53,3%), sedangkan responden laki-laki sebanyak 28 orang (46,7%). Terdapat peningkatan pada tingkat kesiapsiagaan setelah dilakukan penyuluhan dibuktikan dengan 0.000 (p < 0,05) berdasarkan uji Wilcoxon Match Pairs Test. Kesimpulan: Terdapat pengaruh penyuluhan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana gempa bumi menggunakan metode diskusi kelompok terhadap pengetahuan pada siswa smp muhammadiyah I bambanglipuro.
Copyrights © 2026