Latar Belakang: Perkembangan bahasa pada anak balita merupakan aspek krusial dalam membentuk dasar kemampuan kognitif dan sosial mereka. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami lingkungan sekitar, menyampaikan pikiran serta emosi, dan membangun hubungan interpersonal yang sehat. Salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa pada anak balita adalah peran orang tua. Orang tua, sebagai figur utama dalam kehidupan anak, memberikan pengaruh besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan kemampuan berbahasanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan perkembangan bahasa pada anak balita usia 12–24 bulan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan 30 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil pengisian kuesioner. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (53,3%) dan mayoritas berusia 22–24 bulan (43,3%). Perkembangan bahasa anak usia 12–24 bulan sebagian besar berada pada kategori abnormal, sedangkan perkembangan bahasa yang tergolong normal pada usia 15–24 bulan hanya sebesar 62,5%. Kesimpulan: Diharapkan para ibu yang memiliki anak usia 12–24 bulan terus memberikan stimulasi yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak.
Copyrights © 2026