Slang sebagai bentuk variasi bahasa informal mengalami perkembangan yang pesat di lingkungan digital, terutama melalui platform media sosial, seperti TikTok dan Youtube Shorts. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peran media sosial dalam pembentukan dan penyebaran slang di kalangan generasi alpha, yaitu generasi yang lahir setelah tahun 2010 dan tumbuh dalam era digital yang sepenuhnya terhubung dengan internet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik analisis konten untuk menggali makna, bentuk, dan penyebaran slang berdasarkan data konten dari TikTok dan YouTube Short. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran yang besar dalam pembentuk slang melalui konten-konten yang berbentuk audiovisual. Slang kemudian menyebar dengan cepat dan luas melalui algoritma yang menarik respons audiens, seperti seperti penggunaan ulang, duet, repost, dan komentar di berbagai media sosial. Disimpulkan bahwa media sosial menjadi ruang aktif pembentuk sekaligus penyebar slang di era digital.
Copyrights © 2026