Bahasa Melayu Ambon dapat dipahami oleh beberapa masyarakat dari wilayah yang lain seperti Kupang, Manado, Ternate, dan lain sebagainya karena struktur bahasanya hampir sama. Sementara itu, bahasa Ambon memiliki perbedaan dengan struktur kalimat bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat diatesis dalam bahasa Melayu Ambon melalui strategi pasifisasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualifikasi dan mengambil sumber data dari hasil wawancara dengan penutur Bahasa Melayu Ambon. Metode yang digunakan pada analisis penelitian ini menggunakan agih yang menitikberatkan fokus pada unsur bahasanya Berdasarkan hasil analisis yang menggunakan lima klasifikasi konstruksi pasif dari Anna Siewierska diperoleh hasil bahwa bahasa Melayu Ambon berterima dan struktur kalimat berpola asli dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian mendatang.
Copyrights © 2026