Penelitian ini mengkaji dialektika diglosia Jawa-Indonesia dalam lirik lagu pop koplo karya Denny Caknan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik bahasa (dominasi ragam Ngoko untuk keakraban), menganalisis mekanisme diglosia, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya diglosia dalam lirik lagu Denny Caknan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode Analisis Wacana Kritis (CDA) teori Norman Fairclough terhadap lirik Denny Caknan sebagai cerminan negosiasi identitas sosial dan kultural di era digital. Hasil menunjukkan penggunaan bahasa dalam lagu Denny Caknan menggunakan bahasa bahasa Jawa (Ngoko), bahasa Indonesia dan krama. namun, dominan bahasa digunakan ialah campuran. Selanjutnya bentuk-bentuk diglosia yang terdapat dalam lagu Denny Caknan ialah Pergantian H-L, Insertion atau Campur Kode, Jawa Ngoko sebagai L, Indonesia sebagau H, Hybrid Jawa-Indonesia, dan Diglosia Fungsional. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya diglosia ialah faktor sosial dan identitas budaya, faktor komunikasi audiens, faktor estetika dan nilai emosi, faktor industri musik pop koplo dan faktor digital dan media sosial.
Copyrights © 2026