Kajian ini didasarkan pada asumsi bahwa warna sebagai kategori perseptual bersifat universal, tetapi makna simbolik dan idiomatik yang dilekatkan padanya dibentuk oleh pengalaman budaya yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif serta metode analisis kontrastif. Data penelitian berupa sekitar 110 idiom yang mengandung tujuh kategori warna utama, yaitu putih, hitam, merah, hijau, biru, kuning, dan abu-abu. Data diperoleh dari kamus idiom dan sumber leksikal otoritatif dalam ketiga bahasa, kemudian dianalisis menggunakan kerangka Conceptual Metaphor Theory untuk mengidentifikasi pemetaan antara ranah sumber dan ranah sasaran, serta pendekatan cultural scripts untuk menafsirkan pengaruh nilai budaya dalam pembentukan makna idiomatik. Tipologi metafora warna yang ditemukan dalam penelitian ini terjadi pada ranah idiomatik bahasa Arab, Jerman, dan Indonesia melalui proses pemetaan konseptual yang merefleksikan interaksi antara pengalaman embodied yang bersifat universal dan konstruksi budaya yang bersifat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora warna memperlihatkan dua pola utama, yaitu kesamaan konseptual yang bersifat universal dan variasi idiomatik yang dipengaruhi oleh konteks budaya. Misalnya, warna putih umumnya memetakan konsep moralitas dan kemurnian, sedangkan warna hitam sering dikaitkan dengan kejahatan, penderitaan, atau penyimpangan sosial. Meskipun demikian, setiap bahasa memperlihatkan perluasan makna yang khas sesuai dengan latar historis, religius, dan sosial masyarakat penuturnya.
Copyrights © 2026