Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian secara global. Penyakit kardiovaskular tiga kali lebih umum terjadi pada individu dengan kolesterol tinggi dibandingkan pada individu yang sehat. Salah satu dari beberapa tanaman obat yang dapat menurunkan kolesterol diantaranya adalah alpukat (Persea americana Mill.) pada bagian kulitnya. Kulit alpukat (Persea americana Mill.) mengandung senyawa flavonoid. Telah dibuktikan bahwa tanaman yang mengandung banyak senyawa flavonoid dapat menurunkan kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini untuk mengukur total kandungan flavonoid dan menilai efek penurunan kolesterol dari ekstrak kulit alpukat (Persea americana Mill.) dalam ekstrak etanol, metanol, kloroform, dan n-heksana. Penelitian ini menggunakan spektrofotometri ultraviolet-tampak sebagai teknik penelitian. Pereaksi menggunakan reagen Lieberman-Burchard, serbuk kolesterol direaksikan dengan asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat dengan konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm. Hasil tersebut menunjukkan aktivitas antikolesterol dari setiap konsentrasi ekstrak, dengan EC50 sebesar 406,73 ppm untuk ekstrak etanol, 408,43 ppm untuk ekstrak metanol, 424 ppm untuk ekstrak kloroform, dan 465 ppm untuk ekstrak kloroform, serta 399,42 ppm untuk simvastatin sebagai kontrol positif. Semakin tinggi EC50, semakin besar penurunan kolesterol. Uji Anova digunakan karena hasil uji statistik menunjukkan bahwa data homogen dan normal (p≥0,05). Hasil uji Anova menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada konsentrasi apapun (p≥0,05), sehingga dapat dinyatakan bahwa aktivitas penurunan kolesterol keempat sampel tersebut setara atau serupa.
Copyrights © 2026