Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Di satu sisi, AI memberikan kemudahan dalam mengakses informasi dan meningkatkan produktivitas, namun di sisi lain juga memunculkan risiko berupa penyebaran hoaks, manipulasi informasi, dan penipuan digital yang semakin kompleks. Rendahnya literasi digital masyarakat desa menjadi faktor yang meningkatkan kerentanan terhadap berbagai ancaman siber tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi AI dan kesadaran keamanan siber sebagai upaya preventif, sekaligus menanamkan nilai-nilai etika Islam dalam penggunaan teknologi digital. Kegiatan dilaksanakan di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, melalui penyampaian materi, studi kasus, diskusi interaktif, dan pelatihan praktis pemanfaatan AI yang diintegrasikan dengan nilai kejujuran, tabayyun, amanah, dan tanggung jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai konsep dasar AI, kemampuan mengenali hoaks berbasis AI, serta kesadaran terhadap pentingnya perlindungan data pribadi dan keamanan digital. Selain itu, peserta menunjukkan sikap yang lebih kritis, selektif, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi digital. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat literasi digital, kesadaran etis, dan ketahanan masyarakat desa dalam menghadapi perkembangan teknologi secara bijaksana dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026