Penelitan ini bertujuan menganalisis efisiensi biaya produksi dan aktivitas operasional usaha budidaya jamur tiram skala mikro menggunakan pendekatan Activity Based Management (ABM). Penelitian dilakukan pada usaha Sukses Mandiri Jamur dengan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah serta menentukan biaya pada masing-masing aktivitas. Hasil penelitian analisis ABM menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp 113.148.750, dengan biaya aktivitas tidak bernilai tambah sebesar Rp 21.904.570 atau 19,36% dari total biaya produksi, yang dipengaruhi oleh aktivitas rework akibat sterilisasi yang belum konsisten. Penerapan ABM mengidentifikasi aktivitas tidak bernilai tambah sehingga pemborosan dapat diminimalkan dan efisiensi biaya produksi serta aktivitas operasional meningkat.
Copyrights © 2026