Geometrik jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang terpusat pada bentuk fisik jalan untuk memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas. Geometrik jalan harus direncanakan sesuai dengan persyaratan yang nantinya akan menghasilkan penampang jalan yang memberikan keselamatan dan kenyamanan untuk pengguna jalan dalam berkendara. Ruas jalan nasional Borong-Bealaing di Kabupaten Manggarai Timur berdasarkan informasi bahwa kecelakaan terus meningkat tiap tahun. Ruas jalan ini melayani arus lalu lintas yang cukup besar, maka ruas jalan ini harus memberikan kenyamanan dalam berkendraan. Tujuan penelitianan ini mengananalisis hubungan geometrik jalan meliputi jarak pandang, sudut tikungan dan kelandaian terhadap kecelakaan lalu lintas. Metode penelitian pendekatan kuantitatif dengan pemanfaatan data primer dan sekunder. Data tersebut diolah mengunakan aplikasi Global Mepper, Civil 3D 2021 dan Excel dengan acuan perencanaan berdasarkan TPGJAK 1997. Hasil analisis geometrik jalan dengan tingkat kecelakaan lalulintas diperoleh angka kecelakaan yang melebihi nilai EAN kritis yaitu di tahun 2021, 2023 dan 2024, dengan nilai EAN lebi dari 294,723 (EAN > EANr), dan terdapat 4 titik zona rawan kecelakaan. Hasil analisis hubungan jarak pandang henti terhadap EAN diperoleh nilai R² = 0.6286, sudut tikungan terhadap EAN diperoleh nilai R² = 0.0156, dan analisis landai relatif dengan EAN diperoleh nilai R² = 0.8834
Copyrights © 2026