Fenomena dominasi Generasi Z dalam struktur demografi Indonesia telah menciptakan tantangan sekaligus peluang dalam pengelolaan pasar tenaga kerja nasional. Meskipun generasi ini dikenal lebih menyukai pekerjaan yang fleksibel dan digital (kerah putih), data menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka sebenarnya bekerja di sektor kerah biru. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan pilihan karier Generasi Z di sektor kerah biru di Indonesia. Hipotesis utama studi ini adalah variabel demografi dan sosial ekonomi seperti jenis kelamin, pendidikan, penggunaan internet, status perkawinan, dan upah/gaji secara signifikan memengaruhi keputusan untuk bekerja di sektor ini. Data yang digunakan berasal dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2024. Metode yang digunakan adalah regresi logistik biner untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap kemungkinan bekerja di sektor kerah biru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel dalam model signifikan secara statistik dengan arah pengaruh yang bervariasi. Laki-laki, individu berpendidikan rendah, mereka yang sudah menikah, tidak menggunakan internet, dan mereka yang memiliki insentif finansial tertentu memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk bekerja di sektor kerah biru. Temuan ini menyoroti pentingnya merumuskan kembali kebijakan ketenagakerjaan berbasis generasi, memperkuat pendidikan vokasi, dan memodernisasi sektor ketenagakerjaan fisik agar selaras dengan nilai dan harapan generasi muda. Hasil studi ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adaptif di era bonus demografi.
Copyrights © 2026