Tanaman, khususnya tomat, memiliki nilai ekonomis tinggi dan membutuhkan pemeliharaan rutin, terutama penyiraman, untuk menjaga pertumbuhan optimal. Penelitian ini mengembangkan robot penyiram tanaman tomat beef otomatis bernama “Farmbot” berbasis metode forward chaining, yang memungkinkan monitoring dan pengaturan kebutuhan air secara cerdas. Penerapan forward chaining sebagai sistem pakar rule-based mempermudah pengambilan keputusan dalam penyiraman, dan alat ini berpotensi diterapkan pada tanaman lain dengan konfigurasi ulang parameter lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan metode forward chaining dalam proses perancangan robot penyiram tanaman. Mikrokontroller utama yang digunakan pada penelitian ini adalah NodeMCU ESP32, lalu untuk perangkat input menggunakan sensor kelembapan tanah untuk menghasilkan data kelembapan dan sensor suhu DS18B20 untuk menghasilkan data suhu pada tanah. Berbagai fakta dan aturan digunakan untuk mengendalikan proses pergerakan dan penyiraman pada robot Farmbot. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akurasi dari metode forward chaining yaitu sebesar 75,472% merupakan hasil yang baik dan tidak terpaut jauh dari metode fuzzy logic yang menghasilkan nilai MAE sebesar 4,5535 dan memiliki nilai akurasi pada kisaran 92,149%. Dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa metode forward chaining dapat digunakan sebagai metode perancangan robot penyiram tanaman.
Copyrights © 2026