Diabetes dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap angka kematian di Indonesia. Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan prevalensi kasus tertinggi kedua pada penyakit tersebut. Posbindu Pinang Dua Limo merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat dengan masyarakat yang rentan terhadap resiko penyakit diabetes dan hipertensi. Namun demikian, pengetahuan mengenai minuman alternatif yang dapat membantu mengurangi resiko penyakit tersebut masih terbatas. Salah satu upaya preventif dan promotif dalam menjawab permasalahan tersebut adalah dengan diusulkan program yang memperkenalkan minuman herbal berbahan alami yang aman, mudah diperoleh, dan memiliki manfaat kesehatan. Upaya tersebut merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan kesehatan melalui program pengabdian masyarakat yang mengangkat rambut jagung sebagai minuman herbal. Rambut jagung, yang selama ini dianggap sebagai limbah, mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, karotenoid dan antioksidan yang berperan dalam meluruhkan kolesterol dalam darah, membantu proses diuretik (peluruhan air seni), serta menangkal radikal bebas. Sehingga dapat membantu dalam menurunkan resiko penyakit yang umumnya diderita oleh masyarakat. Program ini mencakup beberapa tahapan. Pertama, akan dilakukan persiapan sebelum sosialisasi dimana tim akan menyusun materi edukasi. Tahap kedua yang dilakukan yaitu uji coba produk yang berupa rambut jagung. Selanjutnya dilakukan sosialisasi dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan kepada warga Posbindu mengenai manfaat rambut jagung serta cara mengolah rambut jagung menjadi minuman alternatif sekaligus memberikan sampel rambut jagung yang siap olah. Pada tahapan ini juga dilakukan evaluasi berupa pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman warga. Hasil pre-test menunjukkan 54% peserta memiliki pemahaman awal mengenai teh rambut jagung. Sedangkan hasil post-test menunjukkan 100% peserta menunjukkan pemahaman yang baik mengenai teh rambut jagung. Setelah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap teh rambut jagung sebesar 45,8%. Hal ini menunjukkan kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan wawasan dan kemampuan masyarakat dalam mengolah rambut jagung menjadi minuman herbal.
Copyrights © 2026