Masalah kesehatan gigi, khususnya karies dan erosi gigi, masih menjadi beban kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman kariogenik pada remaja berkontribusi besar terhadap tingginya angka kejadian karies, namun tingkat pengetahuan tentang risiko tersebut umumnya masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi bertajuk “Musuh dalam Selimut” dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMK tentang makanan dan minuman kariogenik. Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Islam Al Sya’iriyah Plumbon, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melibatkan 25 siswa kelas 2 SMK (17 perempuan, 8 laki-laki, usia 16–18 tahun). Metode pelaksanaan menggunakan desain pre-post test melalui kuesioner 20 pertanyaan, disertai sesi edukasi interaktif yang mencakup pengenalan kategori makanan kariogenik, diskusi kelompok, dan lokakarya camilan sehat. Tingkat konsumsi kariogenik awal peserta dikelompokkan menjadi rendah (n=6), sedang (n=6), dan tinggi (n=13). Uji Korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara tingkat konsumsi kariogenik dan skor pengetahuan awal (r=−0,918; p<0,001). Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rerata pretest 49,2 (SD=14,4) menjadi rerata posttest 84,0 (SD=8,3) setelah intervensi (p<0,001). Program edukasi ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya makanan dan minuman kariogenik terhadap kesehatan gigi.
Copyrights © 2026