Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas air rebusan daun sungkai (Peronema canescens) sebagai fitobiotik dalam air minum terhadap performa pertumbuhan burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 ekor burung puyuh. Perlakuan yang diberikan yaitu S0 = air minum tanpa air rebusan daun sungkai (kontrol), S1 = 1% air rebusan daun sungkai (160 ml/840 ml air minum), S2 = 2% air rebusan daun sungkai (320 ml/680 ml air minum), S3 = 3% air rebusan daun sungkai (480 ml/520 ml air minum), dan S4 = 4% air rebusan daun sungkai (640 ml/360 ml air minum). Parameter yang diamati meliputi konsumsi air minum, konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, dan mortalitas. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air rebusan daun sungkai sebagai fitobiotik dalam air minum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi air minum, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, dan mortalitas burung puyuh. Meskipun demikian, pemberian air rebusan daun sungkai mampu mempertahankan performa pertumbuhan burung puyuh selama masa pemeliharaan. Perlakuan terbaik diperoleh pada S2 dengan nilai konsumsi ransum sebesar 176,91 g/ekor, pertambahan bobot badan 55,66 g/ekor, dan konversi ransum 3,36. Kata kunci: burung puyuh, daun sungkai, fitobiotik, performa pertumbuhan
Copyrights © 2026