Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EVALUASI CAMPURAN FESES SAPI DAN FESES KAMBING TERHADAP BIOMASSA DAN KUALITAS CASTING Pheretima sp Bagus Dimas Setiawan; Syintia Dwi Agustina; Putri Zulia Jati
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.19659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi campuran feses sapi dan feses kambing terhadap biomassa dan kualitas casting cacing tanah jenis Pheretima sp. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan pada tanggal 01 Oktober sampai  30 November 2021 di Pekarangan  Perumahan Kelurahan Batu Urip dan Laboratorium Ilmu Tanah Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P1 = 50% sekam padi + 50% feses (100% feses sapi), P2 = 50% sekam padi + 50% feses (50% feses sapi + 50% feses kambing), P3 = 50% sekam padi + 50% feses (25% feses sapi + 75% feses kambing) dan P4 = 50% sekam padi + 50% feses (100% feses kambing). Variabel yang diamati biomassa, kualitas kompos (warna, bau dan tekstur), dan kandungan hara rasio C/N. Data biomassa dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan kompos kualitas kompos (warna, bau dan tekstur), dan kandungan hara rasio C/N dianalisis secara deskritif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian campuran pada feses sapi dan feses kambing berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap biomassa, kualitas kompos casting dan rasio C/N kompos.Kata kunci : Pheretima sp, feses sapi, feses kambing dan sekam padi
Penambahan Tepung Azolla Microphylla Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Nutrisi Ayam Kampung Super Wasir ibrahim; Syintia Dwi Agustina; Hayatun Nofrida; Ria Pratiwi
JURNAL PETERNAKAN SILAMPARI (JPS) ISSN: 2089-4791 Vol. 1 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : LPPM Universitas Musi Rawas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.213 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung Azolla microphylla dalam ransum terhadap kecernaan nutrisi ayam kampung super. . Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan (P0=Tepung Azolla microphylla 0% dalam Ransum, P1 = Tepung Azolla microphylla 2% dalam Ransum, P2 =Tepung Azolla microphylla 4% dalam Ransum, P3 =Tepung Azolla microphylla 6% dalam Ransum, P4=Tepung Azolla microphylla 8% dalam Ransum, P5 =Tepung Azolla microphylla 10% dalam Ransum) dan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Berdasarkan Analisis Ragam pada menunjukan bahwa penambahan Tepung Azolla microphylla berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap peubah Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Protein Kasar, Kecernaan Lemak Kasar, Kecernaan Serat Kasar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan pada P1 yang terbaik dalam ransum pada taraf 2% (KCPK) mendapatkan hasil yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kata Kunci : Ayam Kampung Super, Azolla microphylla, Kecernaan,
PENGARUH PENAMBAHAN AIR REBUSAN KULIT JENGKOL (archidendron pauciflorum) KEDALAM AIR MINUM TERHADAP PERFORMA KARKAS BROILER Syintia Dwi Agustina; Sadjadi Sadjadi; Ririn Novita
Wahana Peternakan Vol. 6 No. 3 (2022): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v6i3.689

Abstract

This study aims to determine the use of boiled water of jengkol (Archidendron pauciflorum) peel in drinking water on broiler carcass performance. The study used 96 DOC broilers of the type MB 202 PLATINUM with a study duration of 4 weeks. The research method used is an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 6 treatments, namely P0: Control (Drinking water without boiled jengkol peel waste), P1: 2% (2ml jengkol peel decoction/100ml drinking water), P2: 4 % (4 ml of boiled jengkol peel/100 ml of drinking water), P3: 6% (6 ml of boiled jengkol peel/100 ml of drinking water), P4: 8% (8 ml of boiled jengkol peel/100 ml of drinking water), P5: 10% (10 ml of boiled peel) jengkol/100 ml of drinking water) then each treatment was repeated 4 times. The parameters measured were: live weight (g/head), carcass weight (g/head), and abdominal fat weight (g/head). The results of the analysis of diversity showed that the administration of boiled water jengkol peel  in drinking water had a significant effect (P<0.05) on carcass weight and abdominal fat weight, and was only able to maintain the same live weight as the control. Based on the results of the study, it can be concluded that the best treatment of jengkol peel boiled water in drinking water is P4 8% treatment (8ml jengkol peel stew/100ml drinking water) with the acquisition of live weight 1089.50 g/head, carcass weight 883.50 g/head, and abdominal fat 9.98 g/head. Keywords: Broiler, Carcass Quality, Jengkol Peel Decoction
POTENSI PENGEMBANGAN SAPI POTONG DENGAN ANALISIS LOCATION QUATION DI KECAMATAN TUGUMULYO, KABUPATEN MUSI RAWAS Bagus Dimas Setiawan; Hayatun Nofrida; Putri Zulia Jati; Zulhapi Utama Adlan; Syintia Dwi Agustina
STOCK Peternakan Vol 5, No 1 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan sapi potong dengan menggunakan analisis LQ (Location Quotient) untuk mendukung pengembangan peternakan yang berkelanjutan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data yang digunakan data sekunder dimana untuk dapat mengidentifikasi daerah basis pengembangan dengan analisis LQ (Location Quotient). Data yang diperoleh ditabulasi dan ditampilkan dalam bentuk tabel serta gambar kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan untuk daerah basis pengembangan ternak sapi potong ada di tiga Desa di Kecamatan Tugu Mulyo yaitu Desa Y Ngadirejo (3,81), Q2. Wonorejo (3,26) dan V. Surodadi (1,65). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi perbaikan untuk populasi sapi potong serta melakukan introduksi sistem pengembangan sapi potong pada daerah basis dimana untuk mendukung peternakan yang berkelanjutan.
PEMBUATAN UMB (UREA MOLASES BLOK) SEBAGAI BAHAN PAKAN TAMBAHAN TERNAK DI KELOMPOK TANI MEKAR SARI DESA SEBERIDA, KEC. BATANG CENAKU, KAB. INDRAGIRI HULU Putri Zulia Jati; M. Zaki; Syintia Dwi Agustina; Resti Rianita; Rahmat Hidayat
JURNAL PETERNAKAN SILAMPARI (JPS) ISSN: 2089-4791 Vol. 2 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : LPPM Universitas Musi Rawas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58328/jps.v2i1.144

Abstract

Penurunan luas lahan pertanian berdampak terhadap ketersediaan produk hijauan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai pakan ternak. Berkurangnya produk hijauan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Limbah pertanian memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan pakan konvensional. Dalam upaya meningkatkan dan mencukupi nutrisi yang kurang pada pakan maka perlu diberikan suplemen tambahan sehingga nutrisi ternak bisa tercukupi. Salah satu suplemen yang bisa digunakan adalah urea molases blok. Urea molases blok merupakan suplemen ternak ruminansia untuk meningkatkan kecernaan pakan yang berkualitas rendah, mengatasi kekurangan nutrisi, mineral dan meningkatkan nafsu makan ternak. Dengan demikian pemberian pakan tambahan berupa UMB dapat meningkatkan produktivitas ternak. Pelatihan pembuatan UMB sudah dilakukan pada peternak sapi yang berdomisili di Di Kelompok Tani Mekar Sari Desa Seberida, Kec. Batang Cenaku, Kab. Indragiri Hulu. Provinsi Riau,. Peternak sapi yang menjadi peserta kegiatan merespon baik terhadap pelaksanaan pelatiahan pembuatan UBM. Melalui pelatihan tersebut diharapkan masyarakat dapat membuat UBM untuk mengembangkan usaha peternakan sapi.
Increasing Farming Efficiency Through the Utilization of Cattle Livestock Waste for Composure as Community Income Bagus Dimas Setiawan; Judo Laksono; Zulhapi Utama Adlan; Betty Herlina; Syintia Dwi Agustina
SATKRIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): SATKRIYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Farm-scale input values are still a problem for the community, especially farmers, in providing fertilizers. The existence of livestock waste is one of the problems for breeders in Air Satan Village. The purpose of this service activity is to assist the Village community in increasing the value of farming efficiency by using cattle waste/manure to be processed into organic fertilizer as an additional source of income for the Village community. The method used in this service is counseling and training in making organic fertilizer for breeders in Air Satan Village. The results of this activity provide significant benefits for the people of Air Satan Village, who still need to familiarize themselves with the reuse of livestock waste into organic fertilizer, where the waste from cow manure is just thrown away without any further processing. The processing of this organic fertilizer is made faster by adding IMR as a bioactivator. The organic fertilizer produced can help improve soil fertility in Air Satan Village and its surroundings. Using organic fertilizers from livestock waste can increase the efficiency of fertilizers in farming so that they can be developed and used as a source of income for the community.
PENGARUH PENAMBAHAN AIR REBUSAN KULIT JENGKOL (archidendron pauciflorum) KEDALAM AIR MINUM TERHADAP PERFORMA KARKAS BROILER Syintia Dwi Agustina; Sadjadi Sadjadi; Ririn Novita
Wahana Peternakan Vol. 6 No. 3 (2022): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v6i3.689

Abstract

This study aims to determine the use of boiled water of jengkol (Archidendron pauciflorum) peel in drinking water on broiler carcass performance. The study used 96 DOC broilers of the type MB 202 PLATINUM with a study duration of 4 weeks. The research method used is an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 6 treatments, namely P0: Control (Drinking water without boiled jengkol peel waste), P1: 2% (2ml jengkol peel decoction/100ml drinking water), P2: 4 % (4 ml of boiled jengkol peel/100 ml of drinking water), P3: 6% (6 ml of boiled jengkol peel/100 ml of drinking water), P4: 8% (8 ml of boiled jengkol peel/100 ml of drinking water), P5: 10% (10 ml of boiled peel) jengkol/100 ml of drinking water) then each treatment was repeated 4 times. The parameters measured were: live weight (g/head), carcass weight (g/head), and abdominal fat weight (g/head). The results of the analysis of diversity showed that the administration of boiled water jengkol peel  in drinking water had a significant effect (P<0.05) on carcass weight and abdominal fat weight, and was only able to maintain the same live weight as the control. Based on the results of the study, it can be concluded that the best treatment of jengkol peel boiled water in drinking water is P4 8% treatment (8ml jengkol peel stew/100ml drinking water) with the acquisition of live weight 1089.50 g/head, carcass weight 883.50 g/head, and abdominal fat 9.98 g/head. Keywords: Broiler, Carcass Quality, Jengkol Peel Decoction
EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS) SEBAGAI FITOBIOTIK TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN BURUNG PUYUH (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) Betty Herlina; Yeni Trianah; Syintia Dwi Agustina; Bobi Arlindo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 1 (2026): Edisi Januari - Juni Tahun 2026
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i1.8585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas air rebusan daun sungkai (Peronema canescens) sebagai fitobiotik dalam air minum terhadap performa pertumbuhan burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 ekor burung puyuh. Perlakuan yang diberikan yaitu S0 = air minum tanpa air rebusan daun sungkai (kontrol), S1 = 1% air rebusan daun sungkai (160 ml/840 ml air minum), S2 = 2% air rebusan daun sungkai (320 ml/680 ml air minum), S3 = 3% air rebusan daun sungkai (480 ml/520 ml air minum), dan S4 = 4% air rebusan daun sungkai (640 ml/360 ml air minum). Parameter yang diamati meliputi konsumsi air minum, konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, dan mortalitas. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air rebusan daun sungkai sebagai fitobiotik dalam air minum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi air minum, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, dan mortalitas burung puyuh. Meskipun demikian, pemberian air rebusan daun sungkai mampu mempertahankan performa pertumbuhan burung puyuh selama masa pemeliharaan. Perlakuan terbaik diperoleh pada S2 dengan nilai konsumsi ransum sebesar 176,91 g/ekor, pertambahan bobot badan 55,66 g/ekor, dan konversi ransum 3,36. Kata kunci: burung puyuh, daun sungkai, fitobiotik, performa pertumbuhan
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN TURI (SESBANIA GRANDIFLORA) SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI USAHA TERNAK ITIK DI DESA AIR SATAN KABUPATEN MUSI RAWAS Syintia Dwi Agustina; Herawati Herawati; Radha Krisnamurti Sigamura; Yeni Trianah; Dhian Nurul Istiqomah; Sumini Sumini; Bagus Dimas Setiawan
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/fe67ag58

Abstract

The community service activities carried out by lecturers at Musi Rawas University in Air Satan Village were based on the high cost of feed in duck farming, which reaches around 60–70% of the total production costs. This high cost is one of the main obstacles to the development of community livestock businesses, so efforts are needed to utilize alternative feed ingredients based on local resources that are economical, easy to obtain, and have good nutritional content. One local plant that has the potential to be utilized is the white turi (Sesbania grandiflora), because it has a fairly high protein content and abundant biomass production. This activity aims to increase the insight and skills of farmers in utilizing turi leaves as an alternative feed raw material for duck farming. The implementation of the activity was carried out through extension methods, training, and demonstrations of making rations from turi leaves for farmer groups. The results of the activity showed an increase in community knowledge and ability in processing turi leaves into feed flour with a protein content of up to 29.60%. In addition, demonstration plot units were also established in farmer households as a medium for practicing and implementing simple feed processing technologies. Overall, the use of turi leaves as an alternative feed ingredient is considered capable of helping reduce production costs, increase the efficiency of livestock businesses, and support feed independence and strengthen the economy of rural communities in a sustainable manner.