Limbah botol plastik menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat akibat tingginya penggunaan produk sekali pakai dan rendahnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan konsep ekonomi sirkular melalui sistem pengelolaan limbah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna berupa Rumah Botol sebagai sarana pengumpulan limbah botol plastik berbasis masyarakat di Desa Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Metode pelaksanaan dilakukan melalui enam tahapan, yaitu survei awal dan identifikasi permasalahan, perancangan Rumah Botol, sosialisasi konsep ekonomi sirkular dan closed-loop supply chain, implementasi dan operasional Rumah Botol, pendampingan dan monitoring berkelanjutan, serta evaluasi dampak program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan Rumah Botol mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilahan dan pengumpulan botol plastik rumah tangga. Selain itu, program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan menjaga kualitas material plastik sejak tahap pengumpulan. Rumah Botol tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengumpulan limbah, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengelolaan material yang lebih terstruktur untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengurangan timbulan sampah plastik di masyarakat.
Copyrights © 2026