Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas diplomasi kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam membuka akses bantuan ke Jalur Gaza pasca eskalasi konflik 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan data sekunder yang diperoleh dari laporan organisasi internasional serta literatur akademik. Analisis penelitian ini menggunakan konsep diplomasi kemanusiaan yang menekankan pada proses negosiasi, advokasi, dan koordinasi untuk memperoleh akses bantuan, serta perspektif hubungan internasional yang menyoroti pengaruh kepentingan politik dan kekuasaan dalam menentukan keberhasilan akses kemanusiaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi kemanusiaan PBB berperan penting dalam memfasilitasi akses bantuan, namun efektivitasnya masih terbatas oleh faktor politik dan keamanan. Akses bantuan sangat bergantung pada negosiasi dengan aktor yang mengontrol wilayah konflik. Selain itu, terdapat kesenjangan antara prinsip kemanusiaan dan implementasi di lapangan, serta paradoks di mana peningkatan diplomasi tidak selalu diikuti dengan peningkatan akses bantuan.
Copyrights © 2026