Kemandirian fiskal merupakan indikator krusial keberhasilan otonomi daerah, namun optimalisasi potensi pendapatan asli daerah seringkali menghadapi tantangan dalam realisasinya di tengah transisi regulasi. Penelitian ini mengeksplorasi kinerja keuangan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro pada pelaksanaan tahun anggaran 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan Bapenda Kabupaten Bojonegoro tahun anggaran 2024 dengan fokus pada tingkat efektivitas pendapatan asli daerah (PAD) serta efisiensi belanja instansi sebagai bentuk akuntabilitas publik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap Laporan Realisasi Anggaran (LRA) tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pendapatan Bapenda Bojonegoro secara keseluruhan dikategorikan sangat efektif dengan rasio mencapai 116,43%. Namun, terdapat perbedaan performa yang signifikan antara Pajak Daerah yang mencapai 116,46% dan Retribusi Daerah yang hanya terealisasi sebesar 76,32%. Dari sisi belanja, instansi berhasil melakukan efisiensi dengan tingkat penyerapan anggaran total sebesar 79,89%. Temuan ini mengindikasikan kapasitas fiskal internal yang kuat meskipun terdapat fluktuasi pada sektor penerimaan tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pendapatan melampaui target, optimalisasi pada sektor retribusi tetap diperlukan guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Copyrights © 2026