Policy brief ini membahas penguatan tata kelola GHG Management pada sektor pertambangan di Indonesia serta implikasinya terhadap pencapaian target Net Zero Emission (NZE) nasional dan daya saing industri di pasar internasional. Sektor pertambangan sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca masih menghadapi berbagai kendala struktural, terutama lemahnya integrasi kebijakan, koordinasi antarinstansi, serta belum optimalnya implementasi pengurangan emisi, pengawasan, dan pelaporan karbon. Mekanisme nilai ekonomi karbon dan pasar karbon nasional juga belum berjalan efektif serta belum sepenuhnya terintegrasi dengan sistem perdagangan karbon global. Di tingkat perusahaan, keterbatasan kapasitas dalam penerapan teknologi rendah karbon dan sistem pelaporan emisi turut menghambat upaya dekarbonisasi sektor pertambangan. Policy brief ini menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan, penguatan sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV), integrasi pasar karbon, serta dukungan insentif bagi industri rendah karbon sebagai strategi untuk memperkuat tata kelola GHG Management dan mendukung transformasi sektor pertambangan yang berkelanjutan serta berdaya saing.
Copyrights © 2026